Rabu, 15 November 2017

Sakit Gigi

"Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati"

Sepanjang jalan pulang dari Puskesmas hari ini hatiku merutuki siapa yang menciptakan lagu ini? Sakit gigi itu alamak sakit pakai banget. Senut-senut sampai ke telinga. Siapa juga yang mau milih sakit gigi daripada sakit hati. Bukan berarti juga mau sakit hati yaa.

Sepanjang jalan, Aku sibuk berpuasa mulut ketika ditanya, sibuk menata hati, memberi sugesti positif bahwa sakit ini sebentar saja. Astaghfirullah, tak kusangka keputusan untuk menambal gigi berlubangku berbuntut ke seluruh tubuh begini reaksinya. Air mata hampir saja menetes, telinga terasa nyeri, badan tak kuat rasanya mengangkat berat-berat. Lidah terasa kelu mengubah suaraku menjadi tak jelas saat berbicara.

Bagaimana ceritanya semua penderitaan (lebay) ini dimulai? Beginilah kisah ini bermula; Suatu pagi seorang wanita yang juga ibu muda itu meminum air putih dari gelas bening miliknya. Tetiba dari lubang giginya yang hanya sebuah saja di sebelah kanan bawah itu terasa nyes seperti reaksi gigi sensitif terhadap air dingin. Akhirnya diputuskanlah oleh ibu muda ini berdasarkan nasehat dari ibunya agar segera menambal lubang giginya sebelum semakin melebar.

Ada satu hal yang dilupakan si ibu muda ini, dia sedang menyusui. Bagaimanalah nanti jika gigi sakit makan tak nafsu? Bayinya butuh banyak nutrisi dari makanan yang jumlahnya juga harus banyak. Apalah artinya lagi sekarang setelah nasi menjadi bubur.

Syukurlah setelah Aku sampai rumah dan istirahat siang, sorenya sudah tak terlalu sakit terasa. Buat siapapun juga, mencegah lebih baik daripada mengobati. Rajinlah sikat gigi dan makan makanan berkalsium tinggi agar gigi sehat dan tak berlubang. Oiya, penting menghindari kerikil kecil yang muncul di nasi maupun lauk di piring Anda. Oke?

Resep Chicken Drum Stick

Bahan:
500 gr daging ayam halus bagian paha
250 gr tepung terigu
1 butir telur
air secukupnya
tepung roti/ panir secukupnya
minyak goreng secukupnya
bumbu rempah.


Cara membuat:
1. Sayat paha ayam di bagian yang memiliki sedikit daging, lalu gulung ke atas hingga membentuk drum.
2. Ikat gulungan paha ayam dengan benang supaya tidak lepas ketika dimasak.
3. Rebus dengan air dan bumbu rempah hingga daging empuk, tiriskan. Lepas ikatan talinya.
4. Kocok satu butir telur dalam mangkuk. Siapkan tepung terigu dan tepung panir masing-masing dalam wadah tersendiri.
5. Paha ayam yang sudah berbentuk drumstik, oleskan pada tepung terigu. Lalu pada telur. Lalu tepung terigu lagi. Dan terakhir pada tepung panir sambil bentuk seperti bulatan drumstick.
6. Goreng hingga matang berwarna kecoklatan.
7. Sajikan selagi hangat.

Selamat mencoba

Sahabatku Suka Drama Korea

"Mon, lagi nonton apaan sih?"
.
Bukannya menjawab, Mona yang ditanya hanya terpatung di depan laptop tak berkedip. Ia begitu fokus nonton. Hilya yang gemes lihat Mona duduk memeluk lutut sambil asyik lihat laptop itu akhirnya beranjak mendekat. Hilya intip apa yang sedang ditonton teman sekosnya sampai sebegitunya.
.
"Ealah, drama korea lagi toh. Judulnya apa yang ini? Anteng banget nontonnya," Hilya pun berceletuk tak kaget melihat apa yang ditonton Mona. Sudah sangat biasa baginya menemukan Mona sedang asyik nonton drama korea. Hilya yang justru sibuk memikirkan bagaimana caranya menghentikan kecanduan Mona pada drama korea. Mona tak hentinya download drama korea untuk ditonton setiap hari. Sekarang masih gratis via wifi kampus. Lah kalau nanti sudah lulus? Habis berapa kuota buat download? Bisa habis duit ratusan ribu untuk beli kuotanya aja itu.
.
"Oi, Hil, sini ikut nonton. Bagus lho, yang ini tentang sejarah modern pangeran korea," tawar Mona yang tiba-tiba memecah kebisuannya dengan mengajak nonton dan menjawab pertanyaan Hilya, lebih tepatnya menjawab tapi bukan sepenuhnya dari pertanyaan Hilya.
.
"Iya bagus. Semua drakor mah bagus buat kamu. Emang apa bedanya sama drakor yang ceritanya pangeran korea selatan nikah sama putri korea utara itu?" Hilya pun balik bertanya sekadar menanggapi Mona, teringat cerita drama korea yang sebelumnya pernah Mona ceritakan.
.
Mona balik asyik nonton, mengabaikan pertanyaan Hilya. Saking gemesnya, Hilya pun menonyor main-main bahu temannya itu. "Oi, Monaa"
.
"Hihi. Denger kok, Hil. Aku denger kamu bilang apa," sahut Mona.
.
"Bilang apa coba?" tanya Hilya balik.
.
Mona mengucapkan kembali pertanyaan Hilya dan sekaligus menyampaikan perbedaan versi kedua drama tersebut. Ia betul-betul paham alur ceritanya. Hilya cuma geleng-geleng dibuatnya. Hilya pun duduk sebentar menemani Mona nonton untuk tahu sedikit jalan pikiran temannya ini.
.
"Mon, sampai kapan kamu nonton drakor gak habis-habis gini?"
"Sampai bosen, Hil."
"Kapan bosennya?"
"Kalau udah gak ada yang menarik lagi."
"Halah kamu mah, selalu kepo sama drama baru."
"Hehe itu tahu."
"Dasar ni bocahh."
.
Hilya mulai bertanya serius, "Mon, kamu suka drama, kuliahmu tetep beres kan? Sholat lima waktu oke? Tilawah sejuz?"
"Tenang, Hil. Semuanya aman. Tugas kuliah beres. Sholat lima waktu juga. Palingan tilawah doang yang kadang gak bisa sejuz" jawab Mona tenang.
.
"Apa kamu mau nonton gini aja? Mending ikutan jalan-jalan kemana gitu kek. Ke Taman Pintar, museum, kajian, seminar apa gitu yang bikin kamu gerak enggak ngedon di kamar mulu' gini. Tilawah gak sejuz dibilang aman," tawar Hilya.
Mona menoleh teman yang sudah ia anggap lebih dari keluarganya ini, "Iya Hilya cantik. Entar ikut kamu deh mau kemana perginya. Hihi iya deh berusaha perbaikin tilawahnya."
.
"Mon, kamu tahu kan, drama itu salah satu cara orang asing buat menanam budaya mereka supaya diikuti negara lain? Aku takut kamu terpengaruh lho sama budaya mereka yang gak sesuai sama adab Islam, kayak bergaul berlebihan lawan jenis, hedonisme, suka heboh di tempat umum, nge-gang, parahnya lagi yang udah gak dibolehin agama," Hilya mulai menunjukkan kekhawatirannya. Mona tersenyum kecil berterima kasih dalam hati atas perhatian temannya ini.
.
"Iya Hilya sayang. Mona akan berusaha ngontrol deh. Habisnya udah hobi sama cerita-cerita gitu. Dan drakor yang paling seru alur ceritanya. Habis ini janji deh bakal ngurangin," jawab Mona panjang lebar.
.
"Habisnya sayang aja waktumu habis buat nonton. Mending buat kamu habisin bangun sukses masa depan kamu. Bangun bisnis apa gitu kek. Kamu pinter bikin kue kan? Bisa dijual tuh. Atau nulis. Kamu jago bikin cerpen juga kan?" Hilya berapi-api memberi motivasi.
.
Mona sudah tidak lagi menghadap drama yang ditontonnya. Ia sedang berpikir mengenai ucapan Hilya lantas menyahut, "Aha. Iya aku bisa ngikutin saranmu itu, Hil. Btw, sering-sering ingetin aku ya. Aku emang beruntung punya sahabat kayak kamu." Mona tiba-tiba memegang tangan Hilya penuh terima kasih.
.
Kedua orang sahabat itu pun saling tersenyum dan mengeratkan genggaman tangan mereka.

Selasa, 14 November 2017

Fitrah

Cerita 1
Ada seorang laki-laki yang sangat baik hati. Orang ini ketika berbicara hanya kata-kata baik yang keluar dari lisannya. Ketika bertindak tanduk pun sama, seolah-olah hanya kebaikan yang tampak. Ia bergaul dengan siapa saja. Namun yang unik, ia terlihat tidak terpengaruh dengan kata-kata maupun tindakan temannya yang buruk, seperti ada filter tak kasat mata. Ia termotivasi, mengingat, dan meniru hal-hal yang baik saja. Setidaknya begitulah kesan teman yang berada di sekitarnya. Ia jadi nampak polos, lugu, dan jujur. Namun sebenarnya, ia sangat kharismatik dan dihargai orang sekitarnya.

Cerita 2
Ada seorang laki-laki yang sangat menyebalkan. Orang ini ketika berbicara ingin terlihat paling hebat, sehingga ia seringkali berdebat dengan siapapun yang diajak bicara olehnya. Pilihan kata-katanya seolah-olah disengaja untuk menyakiti lawan bicaranya. Ketika bertindak tanduk, ia semaunya sendiri dan tidak mau dimintai bantuan. Orang ini membuat tanpa sadar orang lain enggan berada di dekatnya. Ia nampak seolah-olah bahagia di atas penderitaan orang lain.

Apakah Anda sudah baca kedua cerita di atas?
Bagaimana reaksi hati Anda, lebih nyaman membaca cerita 1 atau cerita 2?
Inilah yang dinamakan fitrah. Fitrah adalah sesuatu kecenderungan asal manusia yang dibawa sejak lahir. Cinta kebaikan, keindahan, kejujuran, keadilan adalah fitrah asal manusia. Jika Anda merasa senang, bahagia dan ingin bertemu sosok orang di cerita pertama, artinya Anda masih sedang merasakan hati yang mengikuti fitrah. Namun terkadang manusia tak jarang mengabaikan fitrah lantaran mengikuti hawa nafsu. Manusia yang terlalu sering mengabaikan alarm fitrah bisa dikatakan ia durhaka dan hendaknya ia segera kembali untuk taat.

Minggu, 12 November 2017

Malaikat Pengemis

"Jreng.. jreng..jreng..," suara petikan gitar terdengar nyaring dari depan jalan rumah tetangga. Arum yang sedang duduk-duduk di teras menduga suara gitar itu milik pengamen.
.
Ah masuk rumah aja sebelum pengamennya nyampai sini, batin Arum. Namun sebagian hatinya berbisik, kenapa kamu lari, Rum, supaya ndak perlu ngasih gopek? Sedekah, Rum. Masa beli pulsa minimal enam ribu, sedekah engga nyampai segitu aja berat? Ini hari jumat lagi.
.
Arum pun sejenak berpikir. Ia ikuti hatinya yang berbisik untuk tetap duduk tidak jadi masuk ke dalam rumah. Sekalian dengerin lagu gratis ah, hibur Arum dalam hati. Ia berencana membiarkan pengamen menyanyi sebuah lagu lalu ia beri recehan gopek.
.
Tibalah saatnya si pengamen datang. Bukannya bernyanyi, pengamen paruh baya dengan kaki pincang itu menyapa si Arum. Karena disapa, Arum mendekat dan bersalaman dengan orang itu.
.
"Assalamualaikum Bu. Bu ibu, ibu kan orang baik, begini Bu, aku baru aja ditinggal mati ibuku. Uangku habis  padahal mau  pulang  ke desa. Istriku nunggu di terminal. Aku butuh uang juga  buat beli beras. Tolong ya Bu."
.
Arum pun masuk rumah. Uang habis beli pulsa ada kembalian lima belas ribu, itu aja, semoga cukup, kalkulasi Arum dalam hati. Saat diberikan pada pengemis, ucapan terima kasih didapat Arum. Namun ternyata si pengemis belum mau pergi. Ia malah bercerita,
.
"Oiya Bu, satu lagi. Anakku butuh Al Qur'an. Al Qur'an di rumahku digigit tikus. Bukannya bohong ya Bu. Anakku perempuan pengen beli."
.
Arum tercengang. Pengemis ini sudah dikasih masih minta lagi? Arum pun menjawab, "Saya ada Al Qur'an. Bisa langsung dibawa."
.
Pengemis itu berkelit berusaha meyakinkan, "Ah anak saya masih muda biar dia yang membeli sendiri Al Qur'an kesukaannya. Kalau dia baca Qur'an dari ibu, pahalanya buat ibu selamanya. Nama siapa? Nanti dia bisa bantu ibu kerja gratis di rumah ini. Rumah saya di kota X."
.
Arum berpikir di satu sisi ia tak ingin menolak orang yang meminta Al Qur'an tetapi uangnya tinggal dua lembar warna biru. Akhirnya mau tak mau ia keluarkan selembar uang birunya sambil berdoa semoga kelak ada rezeki lebih baik yang menggantinya.
.
Si pengemis mengucapkan terima kasih dan berlalu pergi. Arum masih merasa tercengang dan terus saja mensugesti positif apa yang dilakukannya tadi tidak salah. Iya, kan?
.
Arum pun berpikir bahwa siapa tau pengemis tadi adalah malaikat yang dikirim Allah untuk membersihkan hartanya. Ia belum bersedekah bulan ini. Allah sayang padanya sehingga cara melatih ia ringan tangan berinfaq dengan mendatangkan pengemis tadi.
.
Arum pun segera melupakan peristiwa itu sampai saat jumat berikutnya tiba, pengemis itu datang lagi mengemis di sekitar rumahnya saat ia sedang berkendara keluar rumah. Syukurlah, pengemis itu masih manusia betulan bukan jadi-jadian yang akan membuat Arum semakin merinding.

Jumat, 13 Oktober 2017

Pesan untuk Para Perempuan

Pesan untuk Para Perempuan:
*Calon Ibu Generasi Masa Depan*

Girls,
Buat yang udah emak-emak
Atau yang baru calon emak
Apalagi yang masih mbak-mbak
Syukur-syukur anak-anak.

Yuk,
Mulai sekarang dijaga asupan nutrisi yang masuk ke tubuh kita.
Sayang anak lah mak..
Eh, sayang 'awak' tu maksudnya.

Kalau sudah berbadan dua baru kerasa.
Kerasa terlambat nya nyiapin asupan nutrisi terbaik buat si dia.
Pasti lah pas hamil pengennya yang terbaik buat calon debay.
Semua yang kita makan pun akhirnya diseleksi.

Itu bagus, banget malah,
Dan harus! Inget tanpa tapi ya hal satu ini!
Tak ada lagi kompromi kalau ingin anak lahir sehat. Huwah, mau yang jaman jomblo suka ngopi, ngemil, nge-es, n nge-nge yang lain, saat udah begini, ya kudu mikir tingkat tinggi baik apa engga buat kesehatan baby.
Ditahan dulu kesenengan sesaat buat penentuan hidup si bayi selamanya supaya sehat sentausa.

Nah,
Udah bilang ya sebelumnya, kalau baru pas mengandung kita nge-jaga asupan nutrisi tubuh, sayangnya itu telat guys.
Tubuh yg terakumulasi kebiasaan kita di masa sebelumnya akan terasa ringan/berat saat mengandung.

Makanya,
Jauh-jauh ni sebelum hamil, promil, merit, bahkan kalau bisa sepanjang lahir sampai jomblo gede.. Jaga kesehatan tubuhmu tanpa tapi. Banyak juga untungnya daripada ngeluarin doki berjuta-juta kalau sakit.

Inget,
Apa yang kamu makan akan jadi darah.
Dan darah itu pasti akan mengalir terus menerus sepanjang hayat.
Termasuk mengalir pada nyawa yang terkandung kelak.
So, kualitas generasi yang akan datang ada di tanganmu.

Eh, di segala tindakan dan pilihanmu saat ini. Nyok dah mak, mbak, ga ada kata terlambat buat milih health lifestyle sejak dini. Sekarang juga.

*Anjuran ini juga berlaku pada kaum Adam. Tanpa kalian kerja sama lakukan hal yang sama, usaha kaum hawa bisa sia-sia.

Jumat, 18 Agustus 2017

Salam Sapa Di Tahun 2017

Assalamualaikum..
Apa kabarmu, pembaca setia blogku..
Maafkan aku lama tak menulis di blog ini..
Terima kasih sudah setia menunggu tulisan baru di blog ini.
Semoga setelah ini jadi semakin istiqomah.
Aamiin